FIELD TRIP KE BUMI LANGIT INSTITUTE, IMOGIRI

Halooo buat kamu yang sedang atau ingin berkunjung ke Jogja dan ingin mencoba kuliner baru. I had the solutiooon! Bumi Langit Institute atau lebih dikenal denganWarung Bumi bisa jadi tujuan kalian. Apalagi lokasinya searah sama tempat wisata Hutan Pinus Imogiri dan Kebun Buah Mangunan.

image
image

                                               Joglo Warung Bumi

Warung Bumi langit seperti surga buat para pecinta makanan organik. Karena sekarang hidup sehat sudah menjadi bagian dari trend. Warung Bumi Langit menyediakan makanan yang berasal dari kebun mereka sendiri. Selain bisa menikmati makan siang di warung sambil nikmatin pemandangan sekitar Imogiri, Bumi Langit juga menyediakan trip dan course di kebun mereka.

image

Minuman fermentasi : kefir. Roti Sorghum dengan selai mulberry dan nanas

Bulan kemarin saya dan teman-teman berkesempatan mengikuti trip di Bumi Langit. Berkeliling kebun seluas 3,1 hektar selama kurang lebih 4 jam, tanpa alas kaki, belajar dan melihat langsung apa yang ada didalamnya. Berkeliling Bumi Langit membuat kita dapat melihat dan belajar bagaimana pentingnya hubungan manusia dengan alam.  Life is cooperative, not competition.

image

                Mendengarkan dan melihat langsung penjelasan Mas Krisna

Bumi Langit sendiri menggunakan Integrated Farming System. Integrated Farming System adalah sistem yang menggabungkan kegiatan pertanian, kehutanan, peternakan dan perikanan dalam satu lahan guna mencapai peningkatan produktivitas lahan. Integrated farming system meniru cara alam bekerja. Manusia sebagai makhluk hidup membutuhkan energi dan kebutuhan primer dari sektor pertanian, kehutanan, peternakan dan perikanan. Sumber energi sektor pertanian berasal dari daging, susu, telur serta organ tubuh lainnya bahkan kotoran hewan. Sedangkan fungsi penggerak ekonomi berasal dari hasil penjualan ternak, telur, susu dan hasil sampingan ternak (bulu dan kotoran).

Dalam perkebunan, tanaman yang bisa ditanam adalah tanaman yang bernilai ekonomi dan bisa menyediakan pakan untuk peternakan. Hasil samping pertanian berupa jerami, sekam dan sisa batang dapat digunakan sebagai pakan ternak dan ikan, pembuatan biogas dan kompos. Ikan yang digunakan untuk Integrated Farming System adalah ikan air tawar yang dapat beradaptasi dengan lingkungan air yang keruh, tidak membutuhkan perawatan ekstra, mampu memanfaatkan nutrisi yang ada dan memiliki nilai ekonomis. Ikan yang sering digunakan adalah ikan nila, gurami, mas, tambakan dan lele.

image

                                                  Pohon Trembesi

Dahulu keadaan tanah di Bumi Langit tidak sesubur sekarang, cuma tanah kering dan batu. Pohon Trembesi (famili Leguminoceae) ini usianya ‘baru’ 10 tahun, sengaja ditanam di Bumi Langit karena famili Leguminoceae punya Rhizobium di bintil akar yang mampu mengikat nitrogen. Akar trembesi bisa ngelepas nitrogen ke dalam tanah, ada simbiosis mutualisme didalam tanah, nitrogen jadi bertambah, tanah jadi subuuuurrr!

image

                                       Kebun dibuat berpetak-petak

Selanjutnya kita diajak ke kebun sayuran. Kebunnya dibuat berpetak-petak seperti di gambar. Menurut penjelasan Mas Krisna, semua tanaman disini tanpa pestisida dan pupuk pabrik. Di Bumi Langit tidak mengurusi tanaman, tapi tanah. Karena kalau tanah gembur, tanaman yang tumbuh pun menjadi subur. Tanah disini rajin dicangkul, agar gembur.

image

                                                  Helianthus annuus L.

Tanaman yang ditanam dipetak-petak tersebut tidak ditanam secara homogen. Setiap petak tanaman sayuran, pasti ada bunga cantik diantaranya. Bunga-bunga cantik ini fungsinya sebagai indikator ada tidaknya hama. Tujuan tanaman ditanam heterogen juga menghindari gagal panen, karena kalau tanaman ditanam homogen, hama akan “menghabiskan” seluruh tanaman.

image
image

                                       Kolam berisi ikan Patin

image

                           Solar panel sebagai sumber energi listrik

Selanjutnya, ke “pos” biogas. Sumber energi untuk memasak disini berasal dari kotoran manusia dan hewan (biogas). Dari biogas digester didapat limbah cair yang berasal dari dapur, toilet dan lain-lain yang kemudian diproses sebagai sumber air untuk menyirami tanaman, pupuk dan sirkulasi air kolam.

image

                                               Peternakan sapi

Tidak hanya berkeliling kebun, kita juga diajak ke peternakan sapi, kambing, ayam, kelinci dan cacing. Semua hewan disini juga dibiarkan hidup seperti di alam. Walaupun ayam ditaruh di kandang, tetapi bentuk kandang menyerupai di alam, ada tempat untuk mengerami telur dan tempat untuk mencari makan sendiri (tanah yang diberi cacing).

Semua kegiatan di bumi langit sangat menyenangkan, dari makan makanan organik sambil melihat pemandangan, berkeliling kebun, dan kurus parmakultur. Semua infonya dapat dilihat di wesite resmi Bumi Langit. Yuhuuu, semoga info ini bisa bermanfaat buat kaliaan, kalo kalian ingin lebih tau banyak hal lagi disini, segera deh daftar diri kalian buat ikut trip dan kursusnya!

image

                                Menu makan siang kami, semuanya organik!

Happy holiday!

Cheers, Tika. Xoxo.

Ayam Goreng Legendaris “Mbah Cemplung”

Mencicipi beragam kuliner di Jogja memang tidak akan pernah ada habisnya, apalagi kuliner khas dan legendarisnya. Kalo kamu sudah beberapa kali mengunjungi Jogja dan ingin mencoba kuliner baru selain gudeg (the most famous food in this city hehe), kamu bisa berkunjung ke Ayam Goreng Jawa “Mbah Cemplung”.

Lokasinya berada di daerah Kasihan, Bantul. Butuh waktu sekitar 30 menit dari pusat kota Jogja menuju lokasi Mbah Cemplung. Di zaman yang canggih ini, kamu sudah bisa langsung search Ayam Goreng Mbah Cemplung di aplikasi maps di smartphone kamu, tidak perlu repot berhenti bertanya di setiap pertigaan jalan hehe. Tapi hati-hati ya, kalau kamu sudah menemukan Bakmi Pak Pele di kanan jalan, berarti lokasi Mbah Cemplung tidak jauh setelah Bakmi Pele, ada di kanan jalan.

image

Rumah makan Mbah Cemplung suasananya sangat sederhana, pengunjung dapat memilih untuk makan di meja dan bangku kayu panjang atau lesehan. Sangat cocok untuk lokasi makan bersama keluarga. Jangan khawatir, lokasi parkir kendaraan juga luas, kendaraan sejenis bis pariwisata pun bisa masuk ke area parkir.

Untuk menu, tentu sajian utamanya adalah ayam goreng. Tetapi ayam goreng yang disajikan bukan ayam goreng biasa, ayam gorengnya adalah ayam goreng kampung! Ukurannya super besaaarrr! Walaupun ukurannya besar, tetapi ayam goreng kampung ini tidak alot dan keras, sangat empuk! Kebanyakan masakan Jogja mengandalkan rasa manis, ayam goreng ini memiliki bumbu khas dan gurih. 

image
Ayam Goreng Super Besar

Konon katanya, ayam yang digunakan adalah ayam goreng kampung liar, bukan yang diternak di dalam kandang. Selain itu, ayam goreng ini juga dimasak semalaman agar bumbu khasnya meresap.

Ketika memesan makanan, biasanya saya dan teman-teman punya request untuk pelayan, “Mas, ayamnya yang ukuran besar ya!”. Dan benar saja, ayam yang datang ke meja kami adalah ayam dengan ukuran besar (banget). Oiya, kalau kamu datang tidak terlalu sore dan tidak ramai pengunjung, kamu bisa request mau ayam dada, paha atau kepala. Tetapi kalau sudah sore, biasanya kamu akan diberikan yang tersedia di dapur, tidak bisa memilih.

Ayam goreng Mbah Cemplung juga menyediakakan ayam goreng utuh satu ekor (ingkung). Selain ayam goreng, ada juga tahu goreng, tempe goreng, terong goreng, dan pete goreng. Pesanan yang datang akan di sajikan bersama nasi hangat, sambal matang, sambal mentah dan lalapan. Nasi di sini bisa re-fill sampai kamu kenyang! Mantap, kan?

image
Nasi, ayam goreng dada, ayam goreng paha, terong goreng, sambal dan lalapan

Untuk menu minuman, di sini tersedia teh hangat atau es, jeruk hangat atau es, air mineral, teh botol, soft drink dan yang wajib dipesan adalah es tape hijau.

Walaupun lokasinya tidak berada di pusat kota Jogja, tetapi rumah makan ini tidak pernah sepi pengunjung, baik pengunjung asli Jogja ataupun luar Jogja yang sedang berlibur. Ayam goreng Mbah Cemplung buka dari pukul 08.00 sampai habis. Kamu juga bisa melakukan reservasi, lho. Satu potong ayam goreng besar (dada atau paha) beserta nasi dihargai sekitar Rp. 45.000,- dan ayam ingkung sekitar Rp. 100.000,- (sesuai ukuran ayam yang tersedia). 

image
Ayam goreng paha dan nasi hangat
image

Menurut saya, ayam goreng Mbah Cemplung ini sangat recommended. Walaupun harganya agak mahal, tetapi ini worthy. Ukuran ayamnya besar dan enak, nasi di sini juga bisa re-fill sampai kenyang! Kebayang kan ayam besar bertemu nasi hangat dan sambal, bisa nambah berapa kali? 

Ayam goreng Mbah Cemplung, the best! Happy holiday!

PASAR TENUN RAKYAT (PTR) : WEAVING FOR LIFE!

Acara Pasar Tenun Rakyat (PTR) ini diadakan tanggal 23-24 April 2016, kemarin. Acara ini berlokasi di Sejatidesa, Moyudan, Sleman (20 km dari kota Jogja). Acara PTR ini sendiri memiliki tujuan menjadikan Sejatidesa sebagai desa Eco-tourismyang tetap melestarikan lingkungan. Kenapa melestarikan lingkungan? Karena pewarna kain tenun yang digunakan oleh warga Sejatidesa ini adalah pewarna alami. Pewarna yang digunakan berasal dari Mahoni dan Indigo. Selain ada workshop tentang menenun, pembuatan tiedye dan gamelan, para peserta PTR juga melakukan penanaman pohon disekitar Sungai Progo. 

Tradisi Baritan merupakan salah satu tradisi yang terdapat di Sejatidesa. Berlokasi di tepi Sungai Progo, tradisi ini merupakan bentuk rasa syukur warga desa atas segala nikmat yang telah diberikan oleh Tuhan YME. Diawali dengan pembacaan doa oleh para tetua, setelah itu memandikan hewan ternak, lalu diakhiri dengan makan berasama nasi tumpeng buatan para ibu-ibu desa.

image
image
image

Seluruh peserta dan volunteer PTR melakukan penanaman pohon di tepian Sungai Progo. Kondisi Sungai Progo saat ini tidak baik karena dampak dari penambangan pasir. Kawasan bantaran Sungai Progo sangat gersang.

image

Para peserta juga mengikuti workshop pembuatan kain berwarna menggunakan teknik celup ikat atau tiedye. Pewarna yang digunakan adalah pewarna alami seperti mahoni, indigo, tawas, jeruk, dll. Setiap peserta bebas berkreasi membuat motif pada kainnya.

image
image
image

Berlatih memainkan alat musik gamelan juga menjadi salah satu kegiatan yang sangat menarik di acara PTR ini. Sampai di puncak acara, ada penampilan dari para pemuda Sejatidesa dan para peserta. Ada yang menari, ada juga yang menyanyi.

image
image

Satu kesempatan berharga bisa menjadi volunteer di acara PTR ini (volunteerdadakan lebih tepatnya). Mencoba kegiatan baru yang sebelumnya sama sekali belum pernah saya lakukan, memainkan gamelan, kreasi tiedye hingga bertenun. Bertemu dengan teman-teman baru, bertemu dengan keluarga baru (Warga Sejatidesa). Terima kasih ya dreamdelion untuk kesempatan ini, teman-teman konservasi, khususnya. Sampai jumpa di acara selanjutnya, buruh polybag! hehe.

image
image

Cheers, Tika.

Ramadhan Camp di Gunung Ungaran

Gunung Ungaran terletak di Ungaran, Jawa Tengah. Gunung Ungaran memiliki ketinggian sekitar 2.050 mdpl dengan jalur pendakian yang relatif landai untuk pemula. Jalur pendakian yang dapat dipilih diantaranya jalur Jimbaran (Umbul Sidomukti), Medini, dan Candi Gedong Songo.

Dari Tembalang menuju basecamp Mawar (ke arah Umbul Sidomukti) hanya memerlukan waktu tempuh satu jam saja. Kondisi jalan menuju basecamp Mawar cukup bagus dapat dilalui oleh motor ataupun mobil, namun karena lokasi basecamp yang berada diketinggian membuat jalur agak menanjak dan terdapat beberapa tikungan tajam. Pastikan kondisi kendaraan baik.

Seperti basecamp pendakian gunung lainnya, di basecamp Mawar ini setiap pengunjung wajib melapor dan membayar biaya retribusi, retribusi yang diwajibkan sebesar Rp. 5.000,-. Di dekat basecamp Mawar terdapat “camping ground” luas dan dapat digunakan oleh pengunjung untuk camping bersama keluarga atau teman. Ketika melapor, pengunjung akan ditanyakan oleh petugas, akan bermalam di camping ground atau mendaki sampai puncak gunung. Di basecamp ini tersedia parkir yang luas untuk motor dan mobil, toilet, mushola dan warung.

Setelah melapor dan membayar retribusi, pendakian dimulai. Pendakian kami kali ini agak sedikit berbeda, karena dilakukan saat bulan Ramadhan. Waktu startpendakian sekitar pukul 01.00 WIB (dini hari). Jalur pendakian Gunung Ungaran relatif landai, “banyak bonusnya” dan papan petunjuk pun cukup jelas disetiap jalur bercabang. Setelah pos 2, kami melewati sumber mata air ditengah jalur pendakian. Tidak lama dari sumber mata air tadi, kami melewati pertigaan antara batas vegetasi hutan dan perkebunan teh. Di pertigaan ini terdapat kolam penampungan air. Kita dapat mengisi botol minum untuk persediaan minum atau memasak, disini juga terdapat toilet.

image
Banyak “Bonus”
image
Kolam Penampungan Air

Jalur disepanjang perkebunan teh berupa bebatuan yang cukup landai. Jalur ini pun cukup lebar. Setelah 30 menit berjalan santai, kita akan menemukan pertigaan ke arah kiri akan menuju puncak Gunung Ungaran. Lokasi pertigaan ini cukup luas dan landai, dapat digunakan untuk mendirikan tenda. Karena waktu menunjukkan pukul 03.00WIB (dini hari), kami memutuskan untuk mendirikan tenda dan segera memasak untuk santap sahur. Apabila perjalanan kami lanjutkan hingga puncak, khawatir waktu tidak cukup untuk sahur karena masih membutuhkan waktu dua jam lagi untuk sampai puncak.

image
Lokasi Camp

Setelah santap sahur dan subuh, kami beristirahat tidur untuk bersiap menikmati sunrise.

image
Menu santap sahur : sop bakso-jamur, tahu dan bakso goreng, pecel, buah mangga, jelly sirsak dan salad buah.
image
Siap Terbang
Video by Fatkhan
image
Ramadhan Camp Squad : Bima, Rahma, Saya, Mey, Adistia, Agung dan Irwan. Photo by : Fatkhan.

Walaupun jalur pendakian Gunung Ungaran cukup mudah, perlengkapan dan logistik kalian juga harus memenuhi standar yang sesuai. Menggunakan sepatu tracking atau sendal gunung karena medan yang licin, sleeping bag dan tenda yang layak pakai, jaket tebal, logistik makanan dan minuman serta perlengkapan gunung lainnya.

Selamat berlibur!

ITINERARY BERLIBUR 4 HARI DI JOGJA

Selain Bali, Yogyakarta merupakan salah satu destinasi favorit untuk berlibur. Yogyakarta menyajikan wisata alam dan budaya yang mengagumkan. Wisata alam dari pantai-pantai cantik di daerah Gunung Kidul hingga Gunung Merapi yang gagah. Berbagai museum dan warisan budaya juga banyak terdapat di Yogyakarta. Berikut itinerary untuk berlibur di Yogyakarta selama 4 hari.

HARI KAMIS (MALAM)

18.20-19.30 Berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta Jakarta dan tiba di Bandara Adisucipto Yogyakarta

20.00-20.30 Menuju tempat makan malam dengan taksi bandara atau sewa mobil

20.30-21.30 Makan malam di angkringan KR (depan kantor Kedaulatan Rakyat)

21.30-22.00 Menuju penginapan di daerah Malioboro

22.00-22.30 Check-in di penginapan dan istirahat.

TIPS

– Tarif taxi dari Bandara Adisucipto menuju kawasan Malioboro Rp. 80.000,- sampai Rp. 120.000,- . Taxi yang tersedia antara lain JAS TAXI (0274) 373737, Indrakelana Taxi (0274) 565565, Sadewa Taxi (0274) 434343.

– Transportasi yang dapat digunakan selama berlibur di Yogyakarta yaitu sewa sepeda motor atau mobil. Tarif sewa sepeda motor sekitar Rp. 50.000,- (24 jam) dan untuk mobil sekitar Rp. 300.000,- sampai Rp. 450.000,- (24 jam). Harga tarif sewa kendaraan pada musim liburan biasanya mengalami kenaikan.

– Penginapan yang tersedia di kawasan Malioboro sangat banyak, dari guest house, hostel, sampai hotel berbintang. Anda bisa memilih sesuai dengan budget. Hotel berbintang seperti Hotel Inna Garuda atau Hotel Ibis, hotel-hotel dengan harga sangat murah juga banyak terdapat di gang-gang apabila anda cermat memilih.

HARI JUMAT

07.00-08.00  Persiapan berangkat ke Pantai Wediombo di Gunung Kidul (mandi, sarapan, dll)

08.00-10.30 Perjalanan menuju Pantai Wediombo

10.30-12.30 Menikmati Pantai Wediombo di Gunung Kidul (bermain-main, berenang, berfoto)

12.30-14.00 Makan siang di warung ikan di pinggir pantai (termasuk bersih-bersih)

14.00-16.30 Perjalanan menuju Bukit Bintang

16.30-18.00 Menikmati sunset di Bukit Bintang

18.00-19.00 Perjalanan menuju kota Yogyakarta

19.00-21.00 Makan malam di Raminten Kota Baru

21.00 Kembali ke penginapan untuk beristirahat

TIPS

– Pantai Wediombo terletak di daerah Wonosari. Akses perjalanan menuju Pantai Wediombo sangat mudah, dari Kota Yogyakarta dapat menuju Jalan Raya Wonosari. Di sepanjang jalan, petunjuk arah menuju pantai-pantai di daerah Wonosari juga cukup jelas. Pantai-pantai di Wonosari masih sangat bersih dan bagus. Tarif tiket masuk dan parkir kendaraan pun masih cukup masuk akal, tarif tiket masuk tidak mencapai Rp. 10.000,-.

image
Pantai Wediombo di Gunung Kidul
image
Kolam Renang Alami di Pantai Wediombo

– Pantai Wediombo memiliki kolam yang terbentuk secara alami. Selain dengan berfoto dan bermain pasir, anda juga dapat menikmati dengan berenang atau snorkeling di kolam ini. Harga makanan dan minuman di Pantai Wediombo juga masih terjangkau, harga satu buah kelapa bulat untuk melepas dahaga hanya Rp. 10.000,-.

–  Bukit Bintang terletak di Jalan Wonosari. Perjalanan dari kota Yogyakarta menuju pantai atau sebaliknya pasti melewati Bukit Bintang. Bukit Bintang lebih indah bila dinikmati pada sore hari sambil menunggu sunset dan malam hari. Pada malam hari, lampu-lampu kota yang menyala akan terlihat dari sini.

HARI SABTU

07.00-08.00 Persiapan berangkat (mandi, sarapan, dll)

08.00-10.00 Perjalanan menuju Puncak Becici di Bantul

10.00-12.00 Menikmati Puncak Becici

12.00-12.30 Perjalanan menuju Kebun Buah Mangunan

12.30-14.00 Menikmati Kebun Buah Mangunan

14.00-15.00 Perjalanan menuju Sate Klathak

15.00-16.00 Makan Sate Klathak Pak Pong

18.00-20.00 Wisata dan makan malam di daerah Alun-alun kidul (selatan)

21.00 Kembali ke penginapan dan beristirahat

TIPS

image
Gardu Pohon di Puncak Becici
image
View dari Puncak Becici

–  Puncak Becici berada di daerah Dlingo, Bantul. Tarif tiket masuk Puncak Becici untuk sepeda motor hanya Rp. 3.000,- dan mobil Rp. 10.000,-. Panorama yang disajikan oleh Puncak Becici berupa hutan pinus dan pemandangan hijaunya daerah Yogyakarta dari ketinggian. Disini juga terdapat gardu pandang diatas pohon.

image
Kebun Buah Mangunan

– Kebun Buah Mangunan juga masih terletakdi daerah Bantul. Tarif tiket masuk hanya Rp. 5.000,-. Dari puncak Kebun Buah Mangunan anda dapat melihat bukit-bukit dan Sungai Oyo.

image
Sate Klathak

– Sate klathak adalah salah satu kuliner yang terkenal dikawasan Imogiri, Bantul. Sate klathak disajikan unik, tusukan sate menggunakan jeruji sepeda. Dagingnya merupakan daging kambing muda. Satu porsi sate klathak beserta nasi dan es teh dibandrol dengan harga Rp. 28.000,-. Sate klathak yang terkenal diantaranya Pak Pong, Pak Bari dan Mak Adi. Apabila berkunjung saat akhir pekan dan liburan tiba, anda harus sabar menunggu antrian.

HARI MINGGU

07.00-08.00 Persiapan berangkat (mandi, sarapan, dll)

08.00-09.30 Perjalanan ke Candi Borobudur

09.30-11.30 Menikmati Candi Borobudur

11.30-12.30 Perjalanan menuju Jejamuran Resto

12.30-13.30 Makan siang di Jejamuran Resto

13.30-15.00 Perjalanan menuju Candi Prambanan

15.00-18.00 Menikmanti Candi Prambanan dan Candi Ratu Boko (sunset)

18.00-19.00 Perjalanan menuju kota Yogyakarta

19.00-21.30 Makan di Bakmi Kadin

22.00 Tiba di penginapan untuk beristirahat

TIPS

image
Candi Borobudur

– Candi Borobudur merupakan salah satu keajaiban dunia yang terletak di Magelang, sekitar satu setengah jam menempuh perjalanan menggunakan mobil. Tarif tiket masuk untuk wisatawan domestik Rp. 35.000,- dan wisatawan mancanegara Rp. 180.000,-

– Jejamuran Resto terletak di Jalan Magelang. Menu yang tersedia di Jejamuran Resto semuanya adalah olahan jamur, harganya sangat terjangkau dan rasanya enak. Tempatnya juga cukup luas dan bersih.

– Candi Prambanan dan Candi Ratu Boko menawarkan tiket terusan dengan tarif Rp. 30.000,-. Jangan lupa membawa tripod, agar mendapat hasil maksimal saat hunting sunset di Candi Ratu Boko.

– Bakmi Kadin merupakan salah satu Bakmi Jowo legendaris di Kota Yogyakarta. Lokasinya berada di Jalan Bintaran Kulon. Harga satu porsi bakmi rebus atau bakmi goreng Rp. 17.000,-.

HARI SENIN

07.00-08.00 Persiapan dan check-out penginapan

08.00-08.20 Perjalanan menuju Keraton

08.20-10.00 Menikmati Keraton Yogyakarta

10.00-10.25 Perjalanan menuju Taman Sari

10.25-12.00 Menikmati Taman Sari

12.30-13.30 Makan siang di Sentra Gudeg Wijilan

13.30-14.00 Menuju Malioboro

14.00-17.00 Berbelanja dan menikmati Malioboro

20.00 Kembali ke Jakarta dari Bandara Adisucipto Yogyakarta

TIPS

– Keraton dan Taman Sari berada di kota Yogyakarta, apabila anda berada di kawasan Malioboro, cukup mudah menemukan petunjuk arah jalan menuju lokasi tersebut. Tarif tiket masuk wisata keraton sebesar Rp. 5.000,- dan Taman Sari sebesar Rp. 7.000,-. Untuk pengunjung yang membawa kamera di wisata Keraton akan dikenakan tambahan biaya tidak lebih dari Rp. 2.000,-

– Sentra Gudeg Wijilan menyajikan beragam masakan gudeg sesuai selera (gudeg manis atau pedas, gudeg basah atau kering). Yang paling terkenal adalah Gudeg Yu Djum. Untuk harga gudeg per porsi dibandrol 13.000,- hingga dengan lauk komplit Rp. 25.000,- (ayam kampung, telur, tahu bacem, tempe bacem).

– Di Malioboro dan Pasar Beringharjo anda dapat berbelanja untuk keluarga dan para sahabat, dari mulai batik kerajinan tangan hingga bakpia yang merupakan khas Yogyakarta. Bakpia yang terkenal adalah Bakpia 25, letaknya dibelakang Malioboro. Anda dapat memilih oleh-oleh yang berada di toko maupun para pedagang di pinggir jalan. Jangan lupa untuk tawar-menawar harga. Selain Bakpia 25, Bakpia yang terkenal enak adalah Bakpia Kurnia Sari.

Ini adalah list beberapa tempat wisata di Yogyakarta dan sekitarnya :

– Kalibiru di Kulon Progo

– Kebun Teh Nglinggo di Kulon Progo

– Kedung Pedut di Kulon Progo

– Pantai Jungwok, Pantai Timang, Pantai Indrayanti, dll di Wonosari

– Pantai Parangtritis dan Gumuk Pasir Parangkusumo (menikmati sunset)

– Runaway Pantai Depok

–  Pantai Depok (makan seafood langsung dari Pasar Ikan)

– Bukit Paralayang atau Parangdok (menikmati sunset)

– Punthuk Setumbu dan Gereja Ayam di Magelang (menikmati sunrise)

– Museum Gunung Merapi

– Lava Tour Merapi

– Museum Ulen Sentalu

– Rafting Sungai Elo

– Goa Pindul (Cave tubing)

Itulah itinerary untuk menikmati Yogyakarta, seru bukan? Selamat berlibur!

Pantai Wediombo Jogja

Pantai Wediombo terletak di daerah Desa Jepitu, Gunung Kidul, Yogyakarta. Lama perjalanan untuk tiba di Pantai Wediombo sekitar tiga jam dari Kota Yogyakarta menggunakan kendaraan pribadi. Dari kota Yogyakarta anda dapat mengambil jalan menuju arah Wonosari, petunjuk arah dan akses jalan untuk mencapai ke lokasi ini cukup mudah. Tarif tiket masuk tidak mencapai Rp. 10.000,-/orang. Pantai Wediombo masih sangat sepi dan bersih.

image

Dari lokasi parkir kendaraan, anda harus menuruni puluhan anak tangga yang akan mengantarkan anda sampai bibir pantai. Di kanan dan kiri jalan menuju bibir pantai banyak terdapat kios penjual makanan dan minuman, penjual kacamata hingga penjual baju pantai. Tiba di bibir pantai kalian akan disajikan oleh panorama pantai dengan pasir putih yang bersih dan bukit karang. Anda dapat menggelar tikar dan bersantai bersama keluarga. Harga makanan dan minuman yang dijual di kios-kios masih tergolong masuk akal, tidak mahal. Para penjual menyediakan menu olahan laut seperti ikan dan udang, hingga air kelapa untuk melepas dahaga. Di Pantai Wediombo ini juga terdapat fasilitas musholla dan kamar mandi yang memadai.

image
image
image

Pantai Wediombo memiliki kolam renang alami, airnya sangat jernih. Dari akhir tangga menuju pantai, anda bisa berjalan ke sebelah kiri hingga ujung. Anda akan melewati bebatuan dan bukit karang yang licin, jadi berhati-hatilah agar tidak terpeleset. Anda dapat berenang di kolam alami ini saat air tenang, saat pagi hari biasanya ombak besar dan berbahaya untuk dibuat renang. Selain berenang, anda juga bisa memancing di pinggir pantai. Selain berenang dan memancing, anda bisa berselancar dan berkemah di Pantai Wediombo. Beberapa kios menyewakan perlengkapan berkemah dari tenda hingga alat penerangan. Pantai Wediombo bisa dijadikan destinasi berlibur bersama keluarga atau kerabat. Selamat berlibur!

Enjoying Sunrise at Punthuk Setumbu Magelang

Who does not know Borobudur Temple? Every travelers who visited Jogja always made Borobudur temple as their list travel destination. Borobudur Temple located in Magelang, not in Jogja. For some travelers, sunrise and sunset are the target of their travel trip. They will find out the best location of sunrise and sunset at their location. One of the best spots to enjoy the sunrise in Magelang is Punthuk Setumbu.

Puntuk Setumbu located in Karang Rejo village, Borobudur, Magelang. Access to Punthuk Setumbu easy enough, we can use GPS in our smartphone. From Jogja we need an hour drive to Borobudur Temple. From the junction of Manohara Hotel there are signs direction “Borobudur Nirvana Sunrise” or “Punthuk Setumbu”, we can follow the road directions to find Puntuk Setumbu parking lot. The road to the location is small but open for cars and motorcycles, the parking lot is also extensive enough. Each visitor need to pay IDR. 15.000/person for entrance ticket.

Punthuk Setumbu has a good view to watch the sunrise from 400 meters above sea level. To reach the peak of Punthuk Setumbu, we will take about 20 minutes with the good track with lots of stairs and lighting (when trekking early morning). 

On both side of the track there are several small shop which provide snacks such as gorengan and instant noodles, there are also mineral water and hot drinks like tea and coffee. Not to worry, there are also toilets on the track to the peak. Arrive at the peak Puntuk Setumbu there are gazebo and chairs to relax while wait the sunrise and enjoy the hot drinks.

Before sunrise, the visitors will be looking for get the forefront of their best sunrise shots. The photographer with a tripod and expensive lenses, and the tourists are ready to wait the sun rises in the Borobudur’s sky.

image

Puntuk Setumbu present the view of fog-mist blanketed the hills around Borobudur.The best time to visit this location is during the dry season, to get the perfect sunrise, not covered with clouds. Sadly, I get the cloudy-sunrise.

image
image
image
image

After enjoy the sunrise, not far from the Punthuk Setumbu, there are Gereja Ayam (Chicken Church). Follow the road access down from the peak we will find an ancient building shaped chicken. This ancient building looks neglected, but still standing strong in the area of Bukit Rhema. The visitors can go up to the top floor to see the view from the top of the church. The visitors come here looks interested because the unique building. This Chicken Church also used for photo hunting.

image

Ticket Punthuk Setumbu IDR. 15.000.

The Car Park IDR. 5.000.

Puncak Paralayang (Parangdok) : Best View Sunset in Jogja

Apabila anda sedang berlibur ke Jogja, Puncak Paralayang (Parangdok) bisa menjadi list wajib anda untuk dikunjungi. Setelah seharian menikmati pantai-pantai di Jogja atau menikmati wisata di kota Jogja, menuju sore anda bisa mengarahkan kendaraan anda ke arah selatan Jogja, tepatnya ke arah Pantai Parangtritis. Dari gerbang masuk Pantai Parangtritis anda dapat mengikuti jalan sampai kurang lebih 2 KM, di kanan jalan nanti terdapat plang petunjuk “Puncak Paralayang” atau “Queen of the South Resort”, belok ke kanan dan ikuti plang. Jalan menuju Puncak Paralang ini banyak tanjakan terjal, pastikan kendaraan anda dalam kondisi baik agar mampu melewati setiap tanjakan ini. Setelah 1 KM, anda akan menemukan warung kecil dan tempat parkir di kanan jalan. Untuk mencapai Puncak Paralayang anda harus sedikit “mendaki” dari tempat parkir, jalurnya bebatuan dan cukup mudah dilewati, anda hanya memerlukan waktu 10 menit saja (jangan lupa membawa minum).

image
image
image
image

Tiba di Puncak Paralayang, anda dapat duduk di bibir-bibir tebing sambil menikmati pemandangan Pantai Parangtritis, sambil menunggu matahari tenggelam. Apabila anda ingin menguji adrenalin, anda bisa mencoba Paralayang dengan biaya Rp. 350.000,- sekali terbang. Kapan lagi menikmati pantai Jogja dari atas kan? Bagi anda para pecinta fotografi jangan lupa membawa tripod untuk kamera anda, agar hasil foto sunset di Puncak Paralayang ini semakn apik. Satu lagi, jangan datang terlalu sore atau mepet waktu karena anda akan sulit mendapatkan spot untuk memibidik sunset cantik ini. Menikmati matahari tenggelam bersama orang-orang terkasih seperti keluarga, sahabat atau bahkan pasangan anda di Puncak Paralayang pasti akan sangat mengesankan! Enjoy Jogja, Sunset hunters! 

Tiket masuk Parangtritis : Rp. 5.000,-

Parkir sepeda motor : Rp. 2.000,-

(Foto : Rusyad Shiddiq)

MALANG MURAH MERIAH

Malang, kota yang udah jadi destinasi dari awal kuliah. Malang, kota yang ada di “list to go before I graduate”. Setiap mau ke Malang, pasti ada aja halangannya, kalo gak terhalang waktu ya terhalang duit hahaha. Alhamdulillah dengan izin Allah, dikasih kesempatan buat menginjakkan kaki ke Malang.

Kenapa gue bisa jadi pergi ke Malang awalnya karena Bolang yang merupakan seorang mahasiswa semester 11 Filsafat UGM ngehipnotis gue yang malem itu langsung buka website-nya PT. KAI yang lagi ada promo tarif 70ribu kemanapun tujuannya. Gak pake mikir dulu, malem itu juga gue langsung booking tiket dan tiket dibayarin dulu sama dia haha. Gue termasuk tipikal orang yang kalo mau jalan selalu ngeliat saldo tabungan dulu, tapi malem itu gue gak ngelakuin itu, jadi bener-bener kaya di hipnotis yang kemudian tersadar pas bangun pagi. “Wah anjir semalem gue booking tiket ga mikir dulu”. Tapi ya mau gimana lagi, tiket udah di booking kan?

Sampailah dimana pagi gue berangkat ke Malang bersama kawan gue si Bolang. Kereta Malioboro Express Jogjakarta-Malang dengan tarif promo 70ribu berangkat pukul 06.30 WIB, jam 06.25 yang seharusnya gue udah duduk manis di dalem kereta nunggu kereta jalan malah gue harus nunggu panik di pintu masuk Stasiun Tugu Jogja karena kereta Taksaka dari Jakarta yang baru aja nyampe Jogja lagi parkir melintang di pintu masuk. Iya, MELINTANG!! Sedangkan kereta gue udah ada di sebrang siap-siap mau jalan. Begitu si Taksaka jalan, gue langsung ngegas motor sekuat dan sekenceng tenaga menuju drop-off. Gak pake basa-basi panjang, langsung gue ngasih helm ke Mey dan lari sekecng-kencengnya ke dalem stasiun. Semua mata tertuju pada gue, semua petugas neriakin gue “Mbak, cepet Mbaaaaak! Keretanya mau jalan”. Masinis udah ngelaksonin kereta, dan gue udah duduk manis di dalem kereta dengan kaki lemes sambil ngetawain kelakuan gue yang barusan hahaha.

Sore yang cerah untuk pertama kalinya gue menginjakkan kaki di kota Malang. Wahyu yang merupakan mahasiswa semester 11 Universitas Brawijaya, menjemput gue dan Bolang dan kemudian kita langsung ke tempat gawean dia buat ngambil motor yang punya tarikan gas pendek dan penuh kesabaran banget naikinnya, gimana gak sabar kalo disetiap lampu merah dan kemacan itu motor mesinnya mati dan nyalainya gak bisa tinggal pencet tombol starter di jempol tangan kanan lo. Malemnya gue dan Bolang makan waktu buat beristrahat di kosan Wahyu.

Besoknya, di siang yang cerah, yang tentunya lebih cerah dari hati ini, gue dan kedua mahluk yang punya hobi nge-game ini berencana ke Jatim Park 2. Kita berangkat ba’da Jumatan padahal Bolang yang emang Non-muslim dan si Wahyu yang lupa kalo harus Jumatan, klasik ah. Jatim Park siang ini sepi banget. Iyalah sepi, orang kita gak masuk wakakaka. Jadi awalnya menurut informasi saudara Bolang, tiket masuk Jatim Park 2 pada hari itu yang itungannya wekeend adalah 75ribu rupiah. Nyatanya, dengan hati riang gembira banget udah sampe di Jatim Park 2 dan berdiri di depan ticketing jadi sirna ketika tau kalo harga tiket hari itu 105ribu rupiah. Berhubung naluri kita adalah seorang mahasiswa dan liburan kali ini nggak di sponsorin orang tua, jadi kita cuma bisa duduk ngaso di bawah rindangnya pohon didepan ticketing sambil mikir “mau kemana lagi nih?”

image

Jatim Park 2 yang sekedar harapan udah ada solusinya. Kita jadinya ke Predator Fun Park. Predator Fun Park ini masih satu management sama Jatim Park 1 & 2, letaknya masih di daerah Batu, deket banget dari Jatim Park 2 dan BNS, naik motor cuma 15 menit. Predator Fun Park ini isinya ada galeri tentang buaya yang nambah pengetahuan banget, penangkaran buaya dan piranha, sama ada wahana permainan yang seru kaya ada waterpark, trampholin, familiy fun park, choco train, outbond sampe bisa mancing buaya. Tiket masuk Predator Fun Park tarifnya 50ribu, itu udah all-in main di semua wahana sampe capek.

image
image
image
image

Alun-Alun Batu yang pastinya masih di daerah Batu jadi tujuan selanjutnya. Alun-Alun Batu yang banyak banget jajanannya terus bikin duit abis. Nyobain ketan legenda khas Malang yang enak betul. Kita lagi kurang beruntung, soalnya bianglala paling hitz se-alun-alun Batu lagi dalam perbaikan. Tapi so far, tempat ini seru. Semoga secepetnya Jakarta sama Jogja punya taman yang ada bianglalanya begini.

image

Hari berikutnya tujuan kita ke Sumber Mata Air Jenon. Sumber Mata Air Jenon ini letaknya satu jam dari kota Malang, satu jam yang bikin pantat tepos. Cukup dengan bayar tiket masuk dan sekaligus parkir 5ribu aja, lo udah bisa nikmatin kolam alam ini. Jadi kalo menurut gue, Sumber Mata Air Jenon ini mirip kaya Sumber Mata Air Ponggok di Klaten. Bentuknya kolam, airnya dingin, airnya biru kalo berkunjungnya pagi hari, kalo udah siang ya airnya butek-butek gimana gitu. Kalo terakhir ke Ponggok ada orang yang keramas terus ngebilas langsung di kolamnya, pertama kalinya ke Sumber Jenon ini ada orang yang nyuci motor dipinggir kolam. Oh, shit Man!

image

Hari terakhir di Malang. Hari ini gue dan Bolang dijamu sama anak-anak Brawijaya semester tua yang hobinya jalan-jalan (boleh cek di instagram dengan hashtag #travelingindie), mereka ini udah kenal lama sama si Bolang dan Wahyu. Tujuan kita ke Pantai Watu Lepek di daerah Malang Selatan. Butuh waktu dua jam dengan jalan yang yang luruuuusss doang terus berkelok-kelok naik turun, mirip kaya jalan ke Pantai di daerah Wonosari. Tuhan bersama mahasiswa di tanggal tua, kita masuk pantai nggak bayar soalnya ticketingnya udah kenal sama mereka. Pantainya apik banget, naik-naik ke tebing batu gitu, pasirnya putih, hembusan ombak yang menghantam bebatuan tebing, masih relatif sepi. Harga makanan di daerah Pantai ini juga relatrif masih murah, seenggaknya 10ribu lo udah bisa dapet makan sama minum. Menuju senja, kita diajak pindah ke pantai sebelah, Pantai Nggubit. Pantai Nggubit punya sunset yang bagus banget buat para sunset hunter. Sunset di pantai ini Instagram-able banget.

image
image

Malang, emang kota dengan sejuta wisata ya, walaupun Joga masih paling nyaman ya hahaha. Malang bisa jadi destinasi liburan dengan low-budget, destinasi liburan mahasiswa bangetlah hehe. Terima kasih ya buat Wahyu dan junior-junior INFRONTERO’31 (Kiki, Haflah, Minon, dkk), temen-temen #travelingindie yang udah ngajak kita jalan-jalan (Nanto, Sangkot, Gilang, Hendra, Icha), barista Mood-coffee yang nggak ada moralnya kalo udah main kartu (Redi, Aji, Boncos). Sampe ketemu lagi ya……..

Biaya

17 September 2015

Tiket kereta Jogja-Malang 70.000

Angkot stasiun-kos Wahyu 4.000

18 September 2015

Tiket masuk Predator Fun Park 50.000

Parkir Predator Fun Park & Alun-Alun Batu 4.000

Seporsi ketan susu 7.000

19 September 2015

Tiket masuk sumber mata air Sumber Jenon 5.000

Seporsi chicken wings 15.000

20 September 2015

Seporsi nasi rames di Pantai (sarapan) 10.000

Seporsi nasi bebek 8.000

Milkshake greentea di Mood-coffee 13.000

21 September 2015

Seporsi soto ayam dan nasi 5.000

Tiket kereta Malang-Jogja  70.000

Ojek stasiun-kosan 25.000

TOTAL 286.000

RAJA AMPAT : SURGA YANG TURUN KE BUMI

Kepulauan Raja Ampat yang menyajikan pemandangan eksotis dengan gugusan bukit karst, laut biru yang jernih serta keindahan bawah lautnya yang membuat Raja Ampat menjadi incaran para penyelam domestik maupun mancanegara. Bahkan Raja Ampat mendapat julukan sebagai salah satu surga dunia. Kepulauan Raja Ampat terletak di Papua Barat. Perjalanan untuk mencapai ke Raja Ampat biasanya ditempuh melalui kota Sorong terlebih dahulu lalu dilanjutkan menuju Waisai.

Untuk mencapai Bandara Domine Eduard Osok (DEO) Sorong, anda dapat memilih maskapai udara dari berbagai kota besar di indonesia. Maskapai udara tujuan Sorong memiliki banyak pilihan diantaranya Garuda IndonesiaSriwijaya Air, NAM Air, Lion Air, Wings Air dan Express Air. Biaya tiket pesawat untuk sekali pulang-pergi menuju Sorong berkisar antara 4-6 juta sesuai dengan maskapai dan kota keberangkatan anda. Beberapa maskapai mengharuskan transit terlebih dahulu sebelum tiba di Sorong (SOQ). Dari Bandara Domine Eduard Osok Sorong menuju Pelabuhan Rakyat Sorong dapat menggunakan angkutan kota berwarna kuning dengan tarif Rp. 3.000,- atau ojek Rp. 20.000,- ditempuh selama 10-20 menit. Selain itu dapat juga menggunakan taxi atau sewa kendaraan apabila anda pergi dengan rombongan. Apabila anda ingin beristirahat terlebih dahulu karena perjalanan udara yang cukup melelahkan, anda dapat bermalam di hotel.

Perjalanan dilanjutkan dengan penyebrangan laut menuju Pelabuhan Waisai. Penyebrangan laut dari Pelabuhan Sorong dapat menggunakan kapal cepat yang berlayar setiap pukul 14.00 WIT dengan biaya Rp. 150.000,- perorang, selama dua hingga tiga jam. Kapal ini memiliki fasilitas tempat duduk sesuai nomor di tiket, pendingin ruang (AC), televisi dan kamar mandi. Perjalanan dari kota Sorong menuju Waisai juga dapat ditempuh menggunakan pesawat Susi Air dengan waktu tempuh hanya 30 menit. Jadwal penerbangan Susi Air tujuan Waisai hanya ada pada hari dan jam tertentu, harga tiket untuk sekali penerbangan menggunakan Susi Air sekitar Rp. 220.000,-.

Waisai merupakan ibu kota dan pusat pemerintahan kawasan Raja Ampat. Layaknya seperti kota lain di Indonesia, di kota Waisai anda juga dapat dengan mudah mencari penginapan sesuai budget, berbagai macam rumah makan, tempat ibadah, bank, ATM, dan pasar. Beberapa lokasi wisata yang dapat dikunjungi di kota Waisai diantaranya, Pantai Wasai Torang Cinta (WTC), Tugu Raja Ampat, Pantai Waiwo atau bahkan menyelam di Waiwo Dive Resort. Pantai Waisai Torang Cinta (WTC) adalah salah satu pantai yang dapat dengan mudah dijangkau oleh siapapun, di Pantai WTC anda dapat menikmati sore dengan memancing atau bersendau gurau di bebatuan yang terdapat dipinggir pantai.

image
image

Perjalanan menuju kepulauan Wayag dari Pelabuhan Waisai dapat menggunakan kapal laut sederhana (long boat) milik warga atau menggunakan speedboat. Jika menggunakan longboat memakan waktu hingga 5-6 jam. Tetapi jika anda memiliki budget berlebih dan ingin menghemat waktu, anda dapat menggunakan speedboatyang hanya membutuhkan perjalanan 3 jam. Biaya yang dibutuhkan untuk menyewa longboat milik warga sekitar Rp. 15.000.000,- per kapal, kapal dapat memuat hingga 30 orang. Lain halnya dengan speedboat yang dikenakan biaya sekitar Rp. 25.000.000,- per speedboat. Sebaiknya anda pergi ke Raja Ampat sekitar bulan Agustus hingga Februari karena cuaca baik.

image

Di tengah perjalanan menuju Kepulauan Wayag anda akan melewati kawasan benama Teluk Kabui. Teluk Kabui merupakan gugusan bukit-bukit karst kecil seperti Wayag dengan warna biru laut yang jernih dan tenang. Hamparan indahnya terumbu karang dibawah laut dapat terlihat dari atas kapal. Apabila tiba di kawasan ini, nahkoda kapal akan memperlambat kecepatan kapal atau berhenti sejenak di tengah gugusan bukit karst agar para wisatawan dapat berfoto dan menikmati sejenak keindahan kawasan ini.

image

Sebelum tiba di kawasan bukit karst Kepulauan Wayag, baik kapal longboat atau speedboat akan menepi dahulu ke salah satu pulau yang merupakan gerbang masuk menuju Kepulauan Wayag. Di pulau ini terdapat kantor pengelola dengan bangunan sederhana. Rombongan yang akan menuju Kepulauan Wayag, diwajibkan membayar retribusi sekitar Rp. 250.000,- per orang. Sambil menunggu registrasi anda dapat menyaksikan ikan-ikan cantik berenang dibawah dermaga.

image

Untuk menyaksikan seluruh pemandangan bukit karst di Kepulauan Wayag, anda harus mendaki salah satu bukit dan mencapai puncak. Pendakian memakan waktu 30 menit. Dari atas bukit anda dapat melihat hamparan bukit-bukit karst, pasir putih ditiap pulau, dan perbedaan warna biru yang menandakan beda kedalaman laut. Beberapa kapal wisatawan yang berkunjung juga dapat terlihat dari atas bukit.

Kepulauan Wayag tidak memiliki fasilitas penginapan. Kantor pengelola hanya menyediakan fasilitas homestay yang terbatas. Sebagai alternatif, para wisatawan dapat mendirikan tenda dipinggir pantai dengan view dermaga. Wisatawan yang ingin bermalam di Kepulauan Wayag ini dapat melakukan kegiatan snorkeling disekitar dermaga pada sore hari dan membakar ikan pada malam harinya, sebelum kembali ke kota Waisai esok harinya.

Salah satu tempat wisata yang ingin saya kunjungi suatu saat nanti adalah Island Hopping di Kalimantan Timur. Di Island Hopping saya akan mengeksplor tempat-tempat disana, diantaranya Pulau Derawan, Maratua, Sangalaki, Kakaban dan Labuan Cermin. Melihat keindahan bawah laut ekosistem pulau Derawan dan Maratua, berenang bersama jellyfish di Kakaban, mengunjungi manta point di Sangalaki dan berenang di danau dengan air asin dan air tawar di Labuan Cermin.