RAJA AMPAT : SURGA YANG TURUN KE BUMI

Kepulauan Raja Ampat yang menyajikan pemandangan eksotis dengan gugusan bukit karst, laut biru yang jernih serta keindahan bawah lautnya yang membuat Raja Ampat menjadi incaran para penyelam domestik maupun mancanegara. Bahkan Raja Ampat mendapat julukan sebagai salah satu surga dunia. Kepulauan Raja Ampat terletak di Papua Barat. Perjalanan untuk mencapai ke Raja Ampat biasanya ditempuh melalui kota Sorong terlebih dahulu lalu dilanjutkan menuju Waisai.

Untuk mencapai Bandara Domine Eduard Osok (DEO) Sorong, anda dapat memilih maskapai udara dari berbagai kota besar di indonesia. Maskapai udara tujuan Sorong memiliki banyak pilihan diantaranya Garuda IndonesiaSriwijaya Air, NAM Air, Lion Air, Wings Air dan Express Air. Biaya tiket pesawat untuk sekali pulang-pergi menuju Sorong berkisar antara 4-6 juta sesuai dengan maskapai dan kota keberangkatan anda. Beberapa maskapai mengharuskan transit terlebih dahulu sebelum tiba di Sorong (SOQ). Dari Bandara Domine Eduard Osok Sorong menuju Pelabuhan Rakyat Sorong dapat menggunakan angkutan kota berwarna kuning dengan tarif Rp. 3.000,- atau ojek Rp. 20.000,- ditempuh selama 10-20 menit. Selain itu dapat juga menggunakan taxi atau sewa kendaraan apabila anda pergi dengan rombongan. Apabila anda ingin beristirahat terlebih dahulu karena perjalanan udara yang cukup melelahkan, anda dapat bermalam di hotel.

Perjalanan dilanjutkan dengan penyebrangan laut menuju Pelabuhan Waisai. Penyebrangan laut dari Pelabuhan Sorong dapat menggunakan kapal cepat yang berlayar setiap pukul 14.00 WIT dengan biaya Rp. 150.000,- perorang, selama dua hingga tiga jam. Kapal ini memiliki fasilitas tempat duduk sesuai nomor di tiket, pendingin ruang (AC), televisi dan kamar mandi. Perjalanan dari kota Sorong menuju Waisai juga dapat ditempuh menggunakan pesawat Susi Air dengan waktu tempuh hanya 30 menit. Jadwal penerbangan Susi Air tujuan Waisai hanya ada pada hari dan jam tertentu, harga tiket untuk sekali penerbangan menggunakan Susi Air sekitar Rp. 220.000,-.

Waisai merupakan ibu kota dan pusat pemerintahan kawasan Raja Ampat. Layaknya seperti kota lain di Indonesia, di kota Waisai anda juga dapat dengan mudah mencari penginapan sesuai budget, berbagai macam rumah makan, tempat ibadah, bank, ATM, dan pasar. Beberapa lokasi wisata yang dapat dikunjungi di kota Waisai diantaranya, Pantai Wasai Torang Cinta (WTC), Tugu Raja Ampat, Pantai Waiwo atau bahkan menyelam di Waiwo Dive Resort. Pantai Waisai Torang Cinta (WTC) adalah salah satu pantai yang dapat dengan mudah dijangkau oleh siapapun, di Pantai WTC anda dapat menikmati sore dengan memancing atau bersendau gurau di bebatuan yang terdapat dipinggir pantai.

image
image

Perjalanan menuju kepulauan Wayag dari Pelabuhan Waisai dapat menggunakan kapal laut sederhana (long boat) milik warga atau menggunakan speedboat. Jika menggunakan longboat memakan waktu hingga 5-6 jam. Tetapi jika anda memiliki budget berlebih dan ingin menghemat waktu, anda dapat menggunakan speedboatyang hanya membutuhkan perjalanan 3 jam. Biaya yang dibutuhkan untuk menyewa longboat milik warga sekitar Rp. 15.000.000,- per kapal, kapal dapat memuat hingga 30 orang. Lain halnya dengan speedboat yang dikenakan biaya sekitar Rp. 25.000.000,- per speedboat. Sebaiknya anda pergi ke Raja Ampat sekitar bulan Agustus hingga Februari karena cuaca baik.

image

Di tengah perjalanan menuju Kepulauan Wayag anda akan melewati kawasan benama Teluk Kabui. Teluk Kabui merupakan gugusan bukit-bukit karst kecil seperti Wayag dengan warna biru laut yang jernih dan tenang. Hamparan indahnya terumbu karang dibawah laut dapat terlihat dari atas kapal. Apabila tiba di kawasan ini, nahkoda kapal akan memperlambat kecepatan kapal atau berhenti sejenak di tengah gugusan bukit karst agar para wisatawan dapat berfoto dan menikmati sejenak keindahan kawasan ini.

image

Sebelum tiba di kawasan bukit karst Kepulauan Wayag, baik kapal longboat atau speedboat akan menepi dahulu ke salah satu pulau yang merupakan gerbang masuk menuju Kepulauan Wayag. Di pulau ini terdapat kantor pengelola dengan bangunan sederhana. Rombongan yang akan menuju Kepulauan Wayag, diwajibkan membayar retribusi sekitar Rp. 250.000,- per orang. Sambil menunggu registrasi anda dapat menyaksikan ikan-ikan cantik berenang dibawah dermaga.

image

Untuk menyaksikan seluruh pemandangan bukit karst di Kepulauan Wayag, anda harus mendaki salah satu bukit dan mencapai puncak. Pendakian memakan waktu 30 menit. Dari atas bukit anda dapat melihat hamparan bukit-bukit karst, pasir putih ditiap pulau, dan perbedaan warna biru yang menandakan beda kedalaman laut. Beberapa kapal wisatawan yang berkunjung juga dapat terlihat dari atas bukit.

Kepulauan Wayag tidak memiliki fasilitas penginapan. Kantor pengelola hanya menyediakan fasilitas homestay yang terbatas. Sebagai alternatif, para wisatawan dapat mendirikan tenda dipinggir pantai dengan view dermaga. Wisatawan yang ingin bermalam di Kepulauan Wayag ini dapat melakukan kegiatan snorkeling disekitar dermaga pada sore hari dan membakar ikan pada malam harinya, sebelum kembali ke kota Waisai esok harinya.

Salah satu tempat wisata yang ingin saya kunjungi suatu saat nanti adalah Island Hopping di Kalimantan Timur. Di Island Hopping saya akan mengeksplor tempat-tempat disana, diantaranya Pulau Derawan, Maratua, Sangalaki, Kakaban dan Labuan Cermin. Melihat keindahan bawah laut ekosistem pulau Derawan dan Maratua, berenang bersama jellyfish di Kakaban, mengunjungi manta point di Sangalaki dan berenang di danau dengan air asin dan air tawar di Labuan Cermin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s