Acara Pasar Tenun Rakyat (PTR) ini diadakan tanggal 23-24 April 2016, kemarin. Acara ini berlokasi di Sejatidesa, Moyudan, Sleman (20 km dari kota Jogja). Acara PTR ini sendiri memiliki tujuan menjadikan Sejatidesa sebagai desa Eco-tourismyang tetap melestarikan lingkungan. Kenapa melestarikan lingkungan? Karena pewarna kain tenun yang digunakan oleh warga Sejatidesa ini adalah pewarna alami. Pewarna yang digunakan berasal dari Mahoni dan Indigo. Selain ada workshop tentang menenun, pembuatan tiedye dan gamelan, para peserta PTR juga melakukan penanaman pohon disekitar Sungai Progo.
Tradisi Baritan merupakan salah satu tradisi yang terdapat di Sejatidesa. Berlokasi di tepi Sungai Progo, tradisi ini merupakan bentuk rasa syukur warga desa atas segala nikmat yang telah diberikan oleh Tuhan YME. Diawali dengan pembacaan doa oleh para tetua, setelah itu memandikan hewan ternak, lalu diakhiri dengan makan berasama nasi tumpeng buatan para ibu-ibu desa.



Seluruh peserta dan volunteer PTR melakukan penanaman pohon di tepian Sungai Progo. Kondisi Sungai Progo saat ini tidak baik karena dampak dari penambangan pasir. Kawasan bantaran Sungai Progo sangat gersang.

Para peserta juga mengikuti workshop pembuatan kain berwarna menggunakan teknik celup ikat atau tiedye. Pewarna yang digunakan adalah pewarna alami seperti mahoni, indigo, tawas, jeruk, dll. Setiap peserta bebas berkreasi membuat motif pada kainnya.



Berlatih memainkan alat musik gamelan juga menjadi salah satu kegiatan yang sangat menarik di acara PTR ini. Sampai di puncak acara, ada penampilan dari para pemuda Sejatidesa dan para peserta. Ada yang menari, ada juga yang menyanyi.


Satu kesempatan berharga bisa menjadi volunteer di acara PTR ini (volunteerdadakan lebih tepatnya). Mencoba kegiatan baru yang sebelumnya sama sekali belum pernah saya lakukan, memainkan gamelan, kreasi tiedye hingga bertenun. Bertemu dengan teman-teman baru, bertemu dengan keluarga baru (Warga Sejatidesa). Terima kasih ya dreamdelion untuk kesempatan ini, teman-teman konservasi, khususnya. Sampai jumpa di acara selanjutnya, buruh polybag! hehe.


Cheers, Tika.