HIJAUKAN IBU KOTA BARENG IBU SUTRIYATI

Akhir-akhir ini berasa banget ga sih kalau cuaca Jakarta lagi super panas? Belum lagi kualitas udaranya juga buruk. Happy banget kalau lagi panas terik tiba-tiba nemu daerah yang asri banyak pepohonan, bikin adem. Rasanya seperti dapat banyak oksigen dan mood langsung membaik seketika.

Ngomong-ngomong soal daerah asri, ada satu lorong unik di daerah Kebayoran Selatan, Jakarta Selatan. Lorong Tanaman Obat Keluarga (LORGA) ditanami berbagai tanaman hotikultura dari tanaman obat, tanaman hias, sayuran hingga buah yang jumlahnya mencapai 160 tanaman.

Lorong Tanaman Obat Keluarga (LORGA)

Ibu Sutriyati atau biasa dipanggil Eyang Uti adalah penggagasnya. Suatu hari tetangganya ada yang sakit perut karena diare tapi persediaan obat sedang habis dan warung tutup. Eyang menyarankan untuk mengkonsumsi 3-5 lembar pucuk daun jambu biji, dikunyah sampai airnya tertelan. Tak lama setelah itu tetangganya memberi kabar kalau diarenya sudah sembuh.

Eyang Uti dan LORGA

Sejak itulah Eyang mencari tahu lebih banyak tentang tanaman obat. Eyang membaca banyak buku yang berisi jenis-jenis tanaman obat dan khasiatnya yang ternyata banyak ditemui di sekitarnya. Eyang membuat daftar semua tanaman, tapi hanya setengahnya yang masih ada sekarang karena sifat tanaman yang memang mati dan tumbuh lagi sesuai musim.

Sampai sekarang, Eyang jadi ketagihan mencari dan menanam tanaman obat. Kalau ada acara piknik, Eyang selalu request untuk pergi ke tempat yang banyak tanaman. Kalau ada teman yang sedang di luar kota, Eyang juga suka titip minta dibawakan biji atau benih tanaman. Seperti saat temannya ke Papua, Eyang minta dibawakan biji matoa untuk ditanam di area rumahnya yang sekarang sudah tumbuh rindang.

Merawat tanaman dengan mencabut daun-daun yang sudah menguning.

Saya diajak menyusuri LORGA sambil dijelaskan satu per satu tanaman yang kami jumpai. Ada rumput syahwat untuk viagra, gandarusa dan sirih untuk pegal linu, teh hijau untuk pelangsing tubuh, ekor kucing untuk obat luka, dewandaru untuk minuman kesehatan, zodia untuk pengusir nyamuk, leak untuk darah rendah, keladi tikus untuk kanker, anting-anting untuk jantung koroner, serta tanaman sayur dan buah seperti kaylan, terong, jeruk nipis, cabai, kacang panjang, seledri, bawang Dayak dan masih banyak lagi.

Ekor kucing untuk obat luka
Bawang Dayak untuk masuk angin

Siapa pun boleh menggunakan hasil tanaman yang ada di LORGA tapi dengan syarat harus ikut merawatnya. Selain menyirami tiap pagi atau sore, Eyang dan warga sekitar rumahnya juga memiliki program Kamis Bersih di mana setiap hari Kamis mereka membersihkan wilayahnya agar selalu bersih dan asri. Biasanya mereka menjual bibit tanaman di Car Free Day untuk mengajak masyarakat peduli lingkungan.

Halaman rumah Eyang Uti

Di usianya yang sudah 78 tahun, Eyang masih aktif di banyak kegiatan organisasi di kecamatan Kebayoran Lama diantaranya Kelompok Wanita Tani (KWT) di lingkup RW dan Kelompok Tani (POKTAN) di Sudin Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta selatan. Eyang juga sering menjadi pembicara dalam acara penghijauan lingkungan dan tanaman obat. Menurutnya, bersosialisasi di umur yang sudah tua ini sangat penting agar tidak mudah pikun.

Berkat kepedulian terhadap lingkungan yang sampai sekarang terasa manfaatnya, Eyang pernah meraih juara KALPATARU tingkat provinsi dan PROKLIM (Program Kampung Iklim) tingkat nasional.

Eyang Uti mencintai tanaman sejak 10 tahun lalu. Beliau tidak lelah memotivasi dan membantu warga untuk melakukan #AksiHidupBaik dengan menanam tanaman. Tidak ada alasan untuk tidak menanam tanaman walaupun di rumah tidak ada lahan tanam karena bisa ditanam dengan vertikultur. Dengan menanam tanaman dan merawatnya, berarti kita juga menyayangi ciptaan Tuhan.

Saya dan Eyang Uti

Saya bilang ke Eyang kalau sudah tua nanti juga mau punya kebun yang isinya banyak tanaman dan bisa panen sendiri, kemudian Eyang membalasnya “Kenapa harus tunggu tua dulu? Dari sekarang kan bisa menanam tanaman”.

Benar juga ya, dalam hati saya. Semoga cerita tentang Eyang Uti ini bisa menginspirasi kita untuk mengadirkan suasana lingkungan sekitar yang humanis dan harmonis dengan mulai menanam di halaman tempat tinggal. Jangan tunggu hari tua.

Ikuti cerita #AksiHidupBaik lainnya di akun Youtube dan Instagram Ibu Ibukota.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s