Pantai Teras Kaca di Gunung Kidul

Awalnya, saya sudah menyusun rencana kalau hari ini kami akan mengunjungi Pantai Sepanjang dan tetangga-tetangganya di Gunung Kidul. Tapi kemudian teman saya mengusulkan untuk mengganti tujuan ke Teras Kaca yang katanya sedang hits. Tujuan berpindah, syukurnya lokasi masih di daerah Gunung Kidul. Karena saya belum pernah ke sana, jadi perjalanan ini pakai bantuan google maps. Kami melewati jalur Jalan Imogiri jadi kami sempatkan untuk brunch dulu di Sate Klathak Mak Adi. Gurih banget Klathak siang itu! Happy tummy!

Sate Klathak Mak Adi

Perjalanan menuju Teras Kaca sekitar 1,5-2 jam dengan kondisi jalan yang sudah bagus beraspal. Jalannya naik turun seperti kalau mau ke pantai di Gunung Kidul pada umumnya.

Sebelum memasuki area pantai, ada pos masuk untuk membayar retribusi sebesar Rp. 5.000,- per orang. Area parkir cukup luas, bisa muat untuk bis juga. Mungkin karena tergolong baru, jadi masih banyak beberapa area yang masih dalam perbaikan.

Fasilitas di Teras Kaca sudah lengap, ada banyak toilet, musholla dan warung makan. Karena kami tidak makan di sana, jadi mohon maaf kami tidak tau harga makanannya berapa.

Area Pantai Teras Kaca

Oiya, biaya parkir mobil Rp. 10.000,-, mungkin kalau kendaraan roda dua Rp. 5.000,-. Dari area parkir kemudian jalan beberapa meter ada pos retribusi lagi untuk bayar tiket sebesar Rp. 5.000,-. Nah, di pos ini nanti kita ditanya mau foto di spot mana (ada gambar di spanduknya). Ada sekitar lima spot foto dengan harga variatif dari Rp. 10.000,- hingga Rp. 50.000,-. Spot fotonya ada teras kaca, ayunan seperti di Maribaya Bandung tapi ini dengan background laut, ada ujung kapal ala-ala Titanic, becak dengan hiasan lope-lope dan masih ada lagi yang saya lupa hehe.

Teras Kaca
Ala Kapal Titanic

Setelah memasuki area pantai ternyata semua spot foto itu hampir ada di setiap ujung tebing. By the way, Teras Kaca ini bukan pantai yang berpasir putih dan bisa langsung main air di bibir pantainya, ya. Teras Kaca ini lokasi wisata di atas tebing dengan landscape laut di ujungnya.

Landscape Teras Kaca
Spot natural yang “ngumpet”

Hampir tidak ada spot foto natural di Teras Kaca ini. Semuanya sudah terhias dengan spot-spot (yang katanya) instagram-able. Antrian di tiap spot pun juga ramai ketika kami datang pas weekdays kemarin. Kebayang kan kalo weekend antriannya akan seperti apa?

Teras Kaca sangat direkomendasikan buat teman-teman yang sangat senang mencari spot foto yang instagram-able. Namun, untuk teman-teman yang suka lokasi natural tanpa hiasan warna-warni silakan bisa cari pantai lain di Gunung Kidul. Tenang, masih banyak pantai di Gunung Kidul yang menarik, kok! Hehe.

Kami yang jengkel wkwk

Akhirnya, karena lumayan jengkel dengan spot-spot foto itu, kami bergegas pindah tujuan ke Watu Gupit buat sunsetan sambil makan mendoan hangat seharga Rp. 8000,- sajaa. Cerita tentang Watu Gupit pernah saya tulis di sini hehe.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s