Sehat Mental Tanpa Cyberbullying

Sekarang kita hidup di zaman semua serba mudah. Kehadiran teknologi yang semakin canggih dan akses internet yang semakin cepat menjadi kita mudah untuk mendapatkan berbagai informasi dan berkomunikasi dengan orang lain tanpa perlu bertatap muka. Bahkan sekarang hampir semua kalangan umur bisa menggunakan smartphone dan memiliki akun media sosial.

Cyberbullying adalah salah satu masalah yang sering kita temui di media sosial. Cyberbullying bisa berdampak pada kesehatan mental karena biasanya berupa hate-speech, body shaming, pelecehan seksual, pengancaman, dll. Salah satu kasus yang belum lama terjadi adalah kematian seorang artis Korea bernama Sulli. Sulli ditemukan meninggal gantung diri di rumahnya.

Dari video di atas, kita bisa lihat bahwa Sulli mengalami cyberbullying. Komentar-komentar negatif dan gosip-gosip mengenai dirinya banyak ditemukan di internet. Hal tersebut pasti membuat dia sangat stress sampai bisa mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. Sulli tidak mau melaporkan para pelaku cyberbullying kepada pihak kepolisian karena karena para pelaku yang masih dibawah umur.

Para pelaku cyberbullying ini biasanya melakukan hal tersebut karena dendam, sakit hati, kecemburuan sosial dan ingin terlihat hebat. Mereka tidak bisa mengontrol emosi dirinya dan tidak memikirkan dampak buruk dari apa yang mereka posting. Padahal cyberbullying ini tidak ada manfaatnya sama sekali.

Cyberbullying bisa membuat korban menjadi pesimis dan mudah stress bahkan bisa melukai diri. Kalau kita menjadi korban cyberbullying sebaiknya kita ceritakan kepada orang terdekat dan melaporkan tindakan tersebut kepada pihak berwenang. Kita juga bisa memfilter feeds media sosial dengan unfollow, mute dan block akun-akun serta komentar jahat yang kita lihat. Selain itu, mencari support orang sekitar juga penting, karena lebih banyak orang yang menyayangi kita di dunia nyata dibandingkan mereka yang jahat di dunia maya.

Kita tidak bisa mengontrol perilaku orang lain terhadap kita, tetapi kita bisa mengontrol perilaku kita sendiri untuk orang lain. Salah satu kontrol perilaku yang bisa kita lakukan adalah berperilaku baik di media sosial. Kita bisa menahan emosi dan jempol untuk tidak memposting hal yang menjurus pada cyberbullying, berpikir ulang apakah yang kita bagikan di media sosial hanya untuk kepuasan pribadi atau kebermanfaatan banyak orang.

Semoga kita bisa selalu menjadi orang baik untuk diri sendiri dan orang lain, ya!

“Karya ini diikutsertakan dalam kompetisi Journalist Challenge by Ibunda.id, platform karya anak bangsa yang menyediakan layanan kesehatan mental berbasis teknologi”.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s