Mindful Eating : What, Why and How?

Halo! Postingan ini masih dalam rangka sharing ilmu yang saya dapat waktu workshop Zero Wasste Class April lalu. Ternyata di akhir sesi, ada class bersama Ibu Janti (@alterjiwo). Beliau membagi ilmu tentang Mindfulness, yang termasuk juga tentang Mindful Living dan Mindful Eating. Kali ini saya bahas tentang mindful eating, tulisan ini juga saya lengkapi dari sumber lain di internet.

Sharing mindful eating bersama Ibu Janti
Ibu Janti

Pernah gak sih setelah makan tapi masih belum kenyang? padahal porsinya sudah banyak. Atau sudah makan tapi mulut rasanya ingin ngunyah terus? Atau dalam waktu yang sebentar tapi perut sudah lapar lagi? Sejujurnya, saya pernah. Habis makan mie ayam, masih lapar, lalu makan kebab, masih belum kenyang juga sampai akhirnya jajan cilok atau thai tea. Perilaku makan kaya gitu bikin efek negatif ke tubuh, selain berat badan yang pasti bertambah, kita juga jadi gak memperhatikan asupan makanan apa aja yang udah kita makan. Dan ternyata, bisa jadi kita gak mindful ketika makan.

Mindful eating itu kita memperhatikan apa yang kita makan, tekstur dan rasa, bagaimana makanan yang kita makan punya efek selama dan setelah makan, apa yang menjadi alasan ingin makan, emosi yang memicu makan. Simplenya, kita mengenali kebutuhan diri sendiri.

What is mindful eating? (pict: google)

Alasan utama kita sebagai mahluk hidup makan karena kita butuh energi. Tetapi kadang kita pernah punya perilaku makan yang tidak sehat, entah karena lagi emosi atau karena lingkungan.

  1. Emotional eating : Makan karena emosi. Emosi marah, sedih, kecewa, dll
  2. External eating : Makan karena respons dari isyarat lingkungan yang berhubungan dengan makanan, misalnya penglihatan dan aroma makanan. Lagi jalan di mall terus cium aroma D’Crepes, jadi jajan deeh hahaha.

Mindful eating itu apa aja, sih?

  • Makan ketika lapar dan berhenti ketika kenyang

Makan ketika perut benar-benar lapar, tapi bukan berarti makan saat perut kerongcongan dan hampir pingsan. Kita menentukan waktu sarapan, makan siang dan makan malam. Kita juga perlu tau tubuh kita benar lapar atau hanya emosi. Jangan makan ketika emosi.

  • Makan secara perlahan

Jangan makan terburu-buru karena ada pekerjaan lain karena tubuh akan sulit mencerna makanan dan sulit kasih tanda kalo udah makan terlalu banyak. Makan secara perlahan bisa membantu komunikasikan pikiran dan tubuh kita, apa yang sebenernya kita butuhkan untuk nutrisi tubuh. Tubuh kita akan mengirim sinyal kenyang sekitar 20 menit setelah otak. Dengan makan perlahan, tubuh bisa mengejar otak dan mendengarkan sinyal dari dalam tubuh untuk makan dalam jumlah yang pas.

  • Melibatkan indera dalam makan

Ketika makan lihatlah tampilan makanan, lihat warnanya, cium aromanya, kenali tekstur dan rasanya. Perilaku kaya gitu akan bikin kita puas dan kenyang lebih cepat.

  • Makan dalam diam

Nah ini yang kadang kita gak sadar, tangan kanan megang sendok buat makan tapi tangan kiri tetep asik megang gadget. Coba untuk fokus makan tanpa gangguan. Makan tanpa pegang HP, tablet, nonton televisi, pegang buuku, atau apapun itu.

  • Makan untuk menjaga kesehatan

Kita coba buat tau makanan kita kira-kira diprosesnya gimana, bahan bakunya dari mana, siapa yang bikin. Kira-kira gorengan yang dimakan ini minyaknya udah sehitam apa ya? Wkwk. Hal ini bikin kita peduli sama tubuh, apalagi kalo sering makan di luar rumah. Katanya, semakin rumit makanan diproses masaknya, semakin rumit juga tubuh kita buat cerna makanannya. Organ tubuh kita akan lebih bahagia kalo mencerna makanan dengan mudah, menghindari tumpukan lemak dan melancarkan sistem pencernaan juga.

How to mindful eating? (pict: google)

Kabar gembiranya, mindful eating bisa menurunkan berat badan, lhoo! Hahaha. Mindful eating ini bisa mengubah perilaku makan kita dan mengurangi stress saat makan. Karena kita udah tau ternyata asupan makanan udah banyak dan makanan yang kita makan seperti apa, kita jadi bisa kontrol, dan berat badan juga terkontrol hehehe.

Proses mindful eating ini gak perlu dilakukan langsung, blasss! Lebih baik bertahap, pelan-pelan aja. Dengerin apa yang dirasa tubuh kita, gak perlu dipaksa, kenali kebutuhan tubuh kita. Saya pun masih belajar, karena saya setuju kalo minful eating ini jauh lebih banyak benefitnya, apalagi buat kesehatan. Belajar bersyukur juga, memperhatikan makanan yang kita makan dan tubuh kita diberi makan apa, iya gak sih? Hehehe.

Semoga postingan ini bermanfaat, ya. Terima kasih udah membaca, have a nice day! 🙂

P.S. tambahan ilmu dari healthline.com, mindful.org, zenabits.net.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s