KULIAH KERJA NYATA : HERE WE GO MEOSMANGGARA! #1

KKN! Gimana gak ditunggu barbs, sambil menyelam minum air kalo kata pribahasa. Mengabdi sekaligus liburan, itu cuma sepenggal pikiran KKN di otak gue. Ada bener dan ada enggaknya juga sih, mungkin nanti bisa kalian tau setelah kalian membaca cerita gue selama kurang lebih tujuh minggu KKN ini yaw!

Dimulai dari open recruitment team KKN 2014, cari tempat-tempat yang mau dijadiin tempat mengabdi, menuhin syarat-syarat biar sah ikut KKN bahkan sampe gimana ucingnya nyari sponsor buat tim KKN. Perkenalkan kami, PPB 07. Rapat tiap Kamis malem di selasar FISIPOL, dari yang dateng full team sampe lama-lama jadi bosen sama rapat yang bahasannya itu-itu aja.  Rapat dari yang adem ayem sampe panas hot adu argumen, anggota yang keluar dan masuk. Pala dibikin super ucing mikirin dana, dana mandiri. Mandiri dari tabungan lo atau mandiri dari kantong orang tua lo, itu pilihan. Sebelum ngerampok kantong orang tua, seenggaknya kita juga inisiatif usaha. Usaha jualan baju second di Sunmor super pagi ditiap minggu, usaha nyebar proposal sponsor dari gedung sini ke gedung sana, jual baju visit raja ampat, atau usaha jualin bunga di malam minggu? Cian. Alhamdulillah, menghasilkan uang walaupun gak seperti yang kita harepin.  Dua minggu sebelum keberangkatan, semua mulai sibuk. Sibuk belanja perlengkapan dan logistik program, sibuk finalisasi program, sibuk urus tiket akomodasi, sibuk urus cargo barang atau sibuk dengan urusan masing-masing hahaha.

image
PPB 07
image
Persiapan Cargo

H-1 sebelum keberangkatan, disuatu rumah makan didaerah Demangan, buka puasa bersama Dosen Pembimbing Lapangan. Ya walaupun kita gak hadir full team. Dipenutup acara, Mbak Pulung, DPL kami bercerita banyak tentang apa itu KKN dan tujuannya. Banyak pesan yang Mbak Pulung doktrin ke kita. “Nanti kalo sudah disana, tidak boleh ada pembatas antara kalian dan mereka, tidak ada yang bodoh, tidak ada yang lebih pintar, tidak ada yang lebih hebat. Semua sama!”. “Kalian harus menghargai dan menghormati apa saja kebiasaan sehari-hari mereka”. “Berhasilnya KKN nanti diliat dari seberapa warga yang sedih ketika kalian pergi, berapa banyak warga yang mengantar kalian pulang dan seberapa kenangan yang melekat diantara kalian dan mereka”.

image
Buka Puasa Bersama Mba Pulung (DPL)

Today is the day. Hari keberangkatan, Jumat 11 Juli 2014, boarding time 18:10 WIB. Over baggage dan harus bayar 7 juta, padahal udah dikasih extra bagasi 150 kg, gak tau ini pada bawa lemari apa gimana. Transit di Makassar, saur makan nasi padang di bandara yang apapun lauknya harganya 40ribu, fakir charger hp yang udah pada mulai lowbatt, tidur bodo amat dilantai bandara. Penerbangan selanjutnya menuju Sorong, boarding time 02:50 WITA. Penerbangan pagi buta! Mendarat di Sorong, sekitar pukul 07.00 WIT. Yuhuuuu, Papua we are arrived! Gue masih hapal gimana takutnya muka kita sesampenya di Bandara Sorong, gimana gak takut bro, ini bandara mana penumpang mana preman gak ada bedanya. Ngomong pada teriak-teriak. Ngeri deh pokoknya! Perjalanan selanjutnya kita harus naik kapal, menuju Pelabuhan Waisai. Dari Pelabuhan Sorong menuju Pelabuhan Waisai, naik kapal dengan tarif 150ribu. Kapal ini cuma ada hari-hari tertentu. Gausah khawatir, kapal ini fasilitasnya oke kok, AC yang dingin banget, televisi, tempat duduk dengan nomor, kamar mandi. Setelah 2 jam, tiba juga di Pelabuhan Waisai. Matahari yang hot banget, pelabuhan yang crowded, lagi puasa, fisik udah mulai melemah, cargo barang ratusan kilo yang harus diangkat, kebayang deh siang itu gimana kondisinya.

image
Loading Barang Super Berat di Pelabuhan Waisai

Di Waisai, semua tim harus presentasi program-program apa aja yang bakal lo realisasikan di pulau tempat lo mengabdi. 3 hari di Waisai, dari mulai jatah tempat tidur yang dijajah tim lain, upacara pembukaan oleh Bupati Raja Ampat, nasi bungkus yang porsinya kaya kuli gak makan dua hari, nikmatin senja dan malam lo di Pantai WTC (Waisai Torang Cinta), loncat ke laut dari atas dermaga, es buah seger seharga 10 ribu, dan beras yang harganya masih terjangkau! Hahaha. Semoga Allah mengampuni kelakuan Kormanit gue beserta Kormasitnya yang ngembat nasi bungkus punya kelompok lain, gak cuma satu-dua bungkus yang diembat, banyak hahaha. To be continue~

image
Pantai WTC (Waisai Torang Cinta)
image
Sore Hari di Pantai WTC

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s