Camping Ceria di Ranca Upas Bandung

Sudah setahun belakangan ini lagi sering berkunjung ke Bandung. Itu artinya juga sudah tidak tahu berapa kali nodong host-nya buat diajak ngecamp di Ranca Upas. Tidak pernah dikabulkan, karena memang jaraknya yang jauh banget kalau harus naik motor. Jarak Ranca Upas dari kota Bandung hampir 50km, kalau ditempuh naik kendaraan bisa memakan waktu 1,5-2 jam. Kalau naik mobil bisa lewat tol, kalau naik motor ya berarti lewat jalur umum biasa. Jarak jauh dan harus naik motor gendong carrier yang berat, belum lagi kalau berangkatnya malam, tau sendiri kan kalian udara Bandung dinginnya kaya apa? brrr

November lalu, mumpung host lagi bawa mobil dari rumah, akhirnya jadi juga camping ceria di Ranca Upas. Berangkat hari Senin malam sehabis dua budak korporat ini pulang kerja. Kok weekdays? Besoknya libur Maulid Nabi, guys hehe. Sebelumnya saya mau minta maaf kalau cerita kali ini minim sekali fotonya huhu.

Seperti camping-camping ceria sebelumnya, salah satu kegiatan yang saya suka yaitu belanja logistik. Sore harinya kami belanja bahan untuk memasak di Pasar Ujung Berung, Bandung. Rasanya sudah lama sekali tidak berbelanja ke pasar, karena kelihatannya sekarang lebih nyaman berbelanja ke supermarket. Pasar Ujung Berung ini letaknya di sebelah Alun-Alun Ujung Berung. Dari segi bangunan, masih dalam bentuk bangunan lama, kios pedagang tidak tertata rapi, pencahayaannya tidak terang, dan becek di beberapa tempat. Tidak seperti banyak pasar tradisional yang bangunannya sudah direnovasi menjadi lebih bagus. Tetapi, semua kebutuhan yang kita cari ada di sini, dari mulai sayuran, buah-buahan, jajanan warung, sampai DVD bajakan pun ada hehe. Kami membeli bahan untuk memasak soto ayam diantaranya, bihun jagung, tauge, bawang goreng dan bumbu sachet soto. Semua total belanjaan kami tidak lebih dari Rp. 20.000,-, terkejuuut! Haha. Untuk ayam potongnya kami membeli di supermarket terdekat dari pasar, karena keadaan ayam yang kami lihat di salah satu pedagang di pasar sudah dihinggapi banyak lalat, hiii.

Sampai di rumah, saya mencuci semua bahan, memotong dan merebus agar efisien waktu saat memasak di Ranca Upas nanti. Semua sudah terpacking, tenda, alat masak, keperluan individu dan bahan makanan. Kami berangkat dari rumah jam 8 malam.

Ranca Upas letaknya ada di Bandung Selatan. Untuk rute, google maps sudah cukup jelas, anti nyasar club. Bisa dicari Ranca Upas Smart Camp Adventure. Kalau naik mobil akan diarahkan lewat tol Soroja (Soreang-Pasir Koja). Sebelum masuk tol Buah Batu, kami mampir dulu membeli martabak untuk cemilan malam. Namanya Martabak Jayaraga, di Jalan Terusan Buah Batu dekat Telkom University. Martabak Jayaraga ini menjual martabak manis dan telur, martabak manisnya ada pilihan coklat, kacang, keju, pisang, kismis dan jagung. Martabak telurnya ada varian rasa ayam, sapi, tuna dan kornet. Semua varian rasa martabak di sini dihargai rata, Rp. 20.000,- saja. Antrian pembelinya cukup ramai, tetapi pelayanannya cepat karena alat masak dan kokinya banyak.

Perjalanan lanjut menuju Ranca Upas, keluar tol Pasir Koja atau Leuwi Panjang, setelah keluar tol jalurnya naik turun dan udara tambah dingin. Menurut saya, pintu masuk ke lokasi camping Ranca Upas ini kurang terlihat jelas, tidak seperti pintu masuk malah seperti jalan buntu, kami pun sempat ragu mau belok kanan “Yakin, nih?”. Tapi maps menunjukkan ke jalan itu, kami ikuti arahan maps dan ternyata jalannya benar. Apa karena sudah malam jadi tidak telihat jelas? Hehe. Jalan masuknya tidak terlalu luas, kalau berpapasan dengan mobil lain harus berhenti dulu. Kami harus membayar retribusi di pos sebelum memarkirkan kendaraan. Retribusi tiket masuk Rp. 15.000,- perorang, tambahan kalau camping Rp. 10.000,- perorang, dan parkir mobil camping Rp. 20.000,-. Untuk parkir mobil tidak campinghanya Rp. 10.000,- ya.

image

Parkiran Ranca Upas terbilang luas mampu menampung banyak mobil dan motor, area mobil dan motor pun terpisah. Di area parkir tersedia beberapa warung kecil yang menjual makanan dan minuman. Saran saya untuk yang membawa mobil, parkirnya terus aja sampai lokasi terdekat pintu masuk camping ground agar jalannya tidak terlalu jauh hehe. Jalur menuju camping ground ini berupa tanah berumput dan tidak perlu menanjak, jadi pakai sendal gunung saja sudah cukup tidak perlu memakai sepatu. Kalau mau memakai sepatu pastikan sepatunya waterproof agar kaki tidak basah karena rumput yang basah. Jangan lupa membawa kaos kaki untuk menghangatkan kaki ketika sudah di tenda.

Kami sampai pukul 11 malam, ternyata camping ground sudah ramai, mungkin karena besok hari libur. Kami mencari spot yang tidak terlalu ramai, tidak banyak pepohonan dan mengarah ke timur (ini sampai harus buka compass di HP haha). Kenapa kok gitu? Biar besok pagi tenda kita sudah mengarah ke sunrise alias matahari terbit. Tenda sudah berdiri sempurna, barang-barang sudah tersusun rapi di dalam tenda, tiba saatnya menyantap martabak Jayaraga dan minuman hangat haha. Menurut saya, Martabak Jayaraga ini rasanya enak, martabak manisnya tidak terlalu tebal karena saya pribadi juga tidak terlalu suka kalau terlalu tebal karena susah masuk mulut haha, isi coklat mesesnya juga pas jadi tidak terlalu manis. Martabak telur isi daging ayam rasanya juga enak, dagingnya berasa, dan tidak terlalu tebal kulit martabaknya. Untuk harga martabak Rp. 20.000,- menurut saya worth it.

Setelah kenyang, kami bergegas tidur. Kesalahan kecil yang berakibat fatal yaitu saya tidak membawa jaket polar dan sleeping bag, hanya pakai jaket berbahan denim padahal campingnya di tempat super dingin, jadilah semalaman tidur kedinginan. Jangan dicontoh ya, pokoknya kalian harus bawa sleeping bag dan jaket polar kalau berencana camping di Ranca Upas. Tidur kami agak tergangu karena ada sekelompok pengunjung yang bermain alat musik dan bernyanti-nyanyi cukup keras padahal sudah masuk jam-jam orang istirahat.

image
image

Esok paginya, benar saja tenda yang sudah dipasang menuju ke arah timur membuahkan hasil hahaha! Tenda kami mengarah ke sunrise. Di saat orang-orang berkerumun menuju arah sunrise dari tenda mereka, kami hanya cukup duduk manis di depan tenda sambil menikmati hangatnya matahari. Untuk menghilangkan dingin dua budak korporat menyeduh kopi dan memasak nasi, dan saya menyiapkan bahan masakan soto yang sudah dibeli kemarin sore. Kami segera menyantap semua masakan setelah matang sambil ngobrol ngalor ngidul, dua budak korporat flash back masa SMA mereka. Habis makan? Lanjut tiduuurrr~ hehe.

image

Oiya di camping ground ini kalian bisa menyalakan api unggun tetapi disarankan di spot-spot yang sudah ada ya, di rumput-rumput hitam. Camping ground ini juga bisa menyewakan peralatan camping, seperti tenda, sleeping bag, matras, dkk. Bisa langsung hubungi petugas di pos retribusi pintu masuk. Fasilitas di sini ada toilet yang bersih, tidak bau pesing, dan ada juga area kran untuk berwudhu. Untuk toilet ada tarif kebersihannya ya. Bahkan kita juga bisa numpang charge HP pada petugas toilet, kalau tidak salah cukup bayar Rp. 5.000,- saja sampai full hehe. Sinyal di Ranca Upas juga lancar jaya ya guys.

image

Bangun tidur sekitar pukul 10 pagi, kami segera packing sebelum matahari mulai menyengat. Selesai packing dan menaruh semua barang di mobil kami tidak langsung pulang, kami mampir ke penangkaran rusa yang juga terkenal di area Ranca Upas ini. Sebelum masuk ke area penangkaran pengunjung bisa membeli wortel untuk para rusa. Menurut saya, keadaan rusa-rusa di sini seperti stressmungkin karena bertemu dengan banyak orang jadi beberapa rusa ada yang menghindar di pojokan atau berlindung di bawah bangunan panggung. Rusa yang sedang beristirahat di pojokan saja terkadang masih didekati oleh pengunjung untuk berfoto. Penangkaran rusa ini ternyata menjadi salah satu spot terkenal untuk foto prewedding, karena ketika kami ke sana banyak sekali yang sedang prewedding. Kalian perlu berhati-hati karena jalan tanahnya banyak kotoran rusa. Saran saya, jika ingin berfoto sebaiknya lihat kondisi rusanya juga, jangan sampai rusa sedang berisirahat tetap kalian dekati demi feeds instagram hehe.

Wisata Ranca Upas ini tidak hanya ada camping ground dan penangkaran rusa, ada juga kolam renang air panas, flying foxpaint ball dan area outbound. Setelah dari Ranca Upas bisa juga mampir berkunjung ke Ciwidey atau Situ Patenggang. Sekian dulu cerita saya tentang Ranca Upas, semoga bisa bermanfaat buat kalian semuaaa hehe.

Thank you, Fatkhan & Aziz. See you on next stories!

image

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s